Thursday, June 30, 2011

Memilih Rem Hidrolik atau Mekanik

Rem sepeda hidrolik lebih nyaman menjadi nilai tertinggi untuk dinikmati.
Seperti namanya rem hydrolik mengunakan tekanan minyak dari tuas rem untuk mendorong piston rem. Untuk menekan rem hidrolik bahkan dapat dikerjakan dengan 1 jari tangan saja. Tangan tidak mudah lelah, khususnya ketika bersepeda sangat lama dijalur berat dan berbatu. Rem hidrolik sangat membantu kenyamanan.
Sayangnya rem jenis hydraulic diperlukan perawatan berkala seperti harus memeriksa oli rem sejalan pemakaian. Biasanya untuk perawatan rutin , rem hydraulic harus dibawa ke bengkel, karena memerlukan tool khusus seperti pompa pengisi minyak rem. Tergantung jenis dan model dari sistem rem sepeda hydraulic. Beberapa model bisa melakukan perawatan sendiri, sedangkan model lainnya memang lebih sulit ditangani.

Rem sepeda Mekanik paling mudah dalam perawatan dan murah, umumnya dijual separuh dari harga rem hidrolik. Kerusakan terjadi hanya pada kabel rem yang aus dan bisa dibetulkan sendiri. Untuk setting atau adjust pada bagian brake pad juga lebih mudah.. Biasanya rem mekanik memiliki bagian untuk melakukan setting paling mudah dan cepat.
Kelemahan rem mekanik sudah pasti ada dibanding kemampuan rem sepeda jenis hidrolik. Kekuatan rem sangat dipengaruhi kekuatan tekanan tangan terhadap tuas rem. Disini harga akan berbicara, sekuat apa daya tahan tangan si pengendara. Ketika melewati jalur berat misalnya jalan makadam yang berbatu. Tangan pengendara sepeda menjadi terlalu lelah untuk menahan stang. Disinilah kelengahan bisa terjadi, ketika hendak melakukan pengereman. Maka tangan menjadi tidak tanggap untuk menahan tuas rem, dan tuas terasa menjadi keras. Sehingga menahan tuas rem menjadi pekerjaan kedua yang sama beratnya dengan menahan stang sepeda anda.
sumber :  sepeda-polygon.com

Sunday, June 26, 2011

Tips Memilih Ban Sepeda Balap (Roadbike) – Clincher atau Tubular

Tire (Ban) merupakan lapisan terluar komponen wheelset kita, berfungsi membungkus rims (velg) ketika wheel mengalami kontak langsung dengan jalan (road).
Untuk sepeda balap (roadbike) pada umumnya terdapat 2 jenis ban, yaitu dan tubular, manakah yang lebih sesuai untuk kebutuhan kita. Banyak pembalap profesional menggunakan tubular tire, seperti apakah perbedaan kedua jenis ban tersebut.
Berikut beberapa perbedaan antara Clincer tire dan Tubular tire untuk sepeda balap (Roadbike) :
Tubular Tire
Tubular Tire
TUBULAR TIRE :
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), tubular memiliki daya hambatan paling rendah ketika bersentuhan dengan road (lowest rolling resistance).
- Tubular tire lebih ringan dibandingkan jenis lain.
- Tubular rims lebih ringan dibandingkan clincer rims.
- Tekanan lebih besar dibandingkan ban jenis Clincer.
- Pada kasus ban kempis (flat tire), stability dan safety rider lebih aman  dengan ban jenis tubular.
- Ketika rider mengalami ban kempis, tubular tire lebih mudah pengendaliannya ketika riding.
- Perlu lem atau perekat ketika pemasangan pada rims.
- Memerlukan rims jenis tubular.
- Digunakan sebagian besar pembalap profesional.

clincher tire
clincher tire
CLINCHER TIRES:
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), jenis clincher merupakan paling berat.
- Clincher tire menggunakan ban dalam, sehingga menambah beban wheelset dan menambah daya hambatan gelinding roda (rolling resitance).
- Perlu adanya rims liner (sabuk rims), menambah berat wheelset.
- Ban jenis clincher memiliki berat lebih dibandingkan dnegan jenis tubular.
- Rolling resistance (hambatan daya gelinding) lebih besar di bandingkan jenis tubular.
- Pada kasus ban kempis, penggantian tidak secepat jenis tubular.
- Tidak perlu menggunakan lem, ketika pemasangan pada rims.
- Dapat langsung digunakan setelah selesai instalasi pada rims dan penambahan angin. Tidak perlu menunggu perekat melekat sempurna, seperti pada Tubular Tire.
- Pada kasus ban kepis (flat tire), berdampak langsung pada stability dan safety rider.
Untuk kebutuhan race ataupun training race, tubular tire merupakan pilihan yang tepat. Berat yang ringan, daya hambat yang rendah merupakan penunjang utama untuk meraih hasil maximal ketika race.
Pro Tour seperti Tour de France, bobot seringan mungkin pada komponen wheelset sangat berpengaruh. Tidak hanya ringan, instalasi yang cepat ketika mengalami ban kempis (flat tire) merupakan hal pokok pada event pro tour.
Rims wheelset khusus digunakan untuk tubular tire, Rims jenis clincher tidak bisa digunakan untuk Tubular tire.
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Saat ini sudah banyak beredar tubular tire yang bisa dipasang pada rims clincer (misal TOFU tubles bicyles tire).
Tire jenis ini dapat dipasang di rims clincher, memiliki fitur yang tidak kalah dengan tire yang murni tubular.
Tofu tubular bahkan tidak memerlukan perekat ketika instalasi, tidak perlu adanya linner rims, lebih ringan dan dapat langsung digunakan setelah instalasi pada wheelset selesai.
Untuk stability dan safety sesuaikan rims dengan jenis yang kita pakai, harga jenis ban tubular tentunya lebih mahal di bandingkan jenis clincher.
Wheelset rims jenis tubular juga lebih mahal dibandingkan clincher rims.
sumber: zonasepeda.com

sumber : www.gowes.org

Pangaruh Gowes Untuk Sperma

Olahraga sepeda merupakan yang sangat baik untuk menjaga dan . Namun jangan berlebihan sebab pria yang bersepeda (gowes) lebih dari 5 jam dalam sepekan memiliki jumlah sperma lebih sedikit.
Hubungan olahraga bersepeda dengan kualitas sperma pada pria sudah lama menjadi topik pembicaraan. Namun penelitian yang mengukur seberapa besar kaitan antara keduanya baru terungkap dalam penelitian Lauren Wise dari Boston University baru-baru ini.
Penelitian yang melibatkan 2.200 partisipan pria yang berkunjung ke sebuah klinik kesuburan ini dilakukan dengan mengamati sampel sperma masing-masing. Selain itu, para partisipan juga diminta mengisi kuisioner tentang aktivitas olahraga yang dilakukannya sehari-hari.
Setelah disesuaikan dengan faktor lain seperti dan kondisi kesehatan, peneliti mengungkap pria yang jarang berolahraga memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan yang berolahraga secara teratur. Sperma yang dihasilkan juga lebih buruk kualitasnya karena kurang aktif bergerak.
Menariknya, sebagian pria yang rajin berolahraga ternyata juga mengalami masalah serupa. Tapi hanya jenis olahraga tertentu yang membuat pria mengalami penurunan kualitas dan kuantitas sperma, yakni olahraga bersepeda.
Bersepeda lebih dari 5 jam dalam sepekan membuat 31-40 persen pria memiliki jumlah sperma di bawah normal. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pada pria yang tidak pernah olahraga yakni 23-27 persen.
Peneliti menduga pemicunya adalah trauma yang terjadi di sekitar buah zakar akibat gesekan dengan . Selain itu di daerah tersebut juga diyakini menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produksi sperma.
Meskipun demikian peneliti mengakui responden yang terlibat belum tentu mewakili populasi pria pada umumnya. Karena para partisipan merupakan pengunjung klinik kesuburan, bisa jadi sejak awal pria-pria ini memang sudah punya masalah dengan spermanya.
“Butuh penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah hasilnya konsisten sebelum menyimpulkan adanya hubungan sebab dan akibat,” ungkap si peneliti, Lauren seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/12/2010).

sumber :  www.gowes.org

Tuesday, June 14, 2011

Belalang Trip

Salam BGC...
Belalang merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali.
Desa ini dikelillingi oleh persawahan nan hijau dan asri jadi sangat cocok buat dinikmati kesejukannya. Juga sangat dekat dengan obyek wisata Tanah Lot. Maka Belalang kali ini menjadi tujuan trip BGC. Segala persiapan sudah dimatangkan jauh hari sebelumnya.


 Desa Belalang

Bertempat di depan Museum Bali, Puputan Badung tgl 12 Juni 2011 jam 6.15 wita perjalanan dimulai dengan menyusuri Jalan Veteran, Jalan Setiaki, Jalan Bedahulu, Jalan Bedahulu XV serta Jalan Ahmad Yani.
Dari sini kemudian menuju Jalan Raya Sempidi terus Dalung. Romongan lain sudah menunggu disini untuk bergabung.








Dari Dalung track semi xc akan dimulai. Posisi saddle disetting sedemikian rupa. Sawah membentang di depan dengan asrinya, suara gemericik air selokan menyapa semua rombongan. Ternyata di depan sana ada jembatan pipa air bersih terpaksa sepeda digotong. Ini beberapa momennya...























Peserta kemudian sampai di desa Kaba-Kaba, sepakat untuk istirahat sejenak sambil foto-foto.








 Gowes dilanjutkan dengan track sawah menuju desa Buwit.











 Buwit sudah dilewati untuk bergerak ke arah desa Beraban dan Tanah Lot. Disini rombongan bersitirahat sejenak.

































Dari Tanah Lot perjalanan dilanjutkan menuju desa Belalang, ke rumah salah satu anggota kita. Perjalanan menuju ke Belalang jg ga kalah indahnya.






Disini sudah disiapkan aneka menu makanan dan minuman yang sudah tentu sangat menggugah selera goweser semua.




 Salah satu srikandi BGC






 Tuan rumah



Es kuud


 Kelepon


 Menu makan siang

Sambil makan siang beberapa anggota asik ngobrol baik dengan keluarga tuan rumah maupun sesama anggota. Obrolan mulai dari soal perjalanan yang baru saja ditempuh hingga soal rencana trip berikutnya.
Tercetuslah ide untuk melakukan trip ke daerah timur maka diputuskan untuk ke Sidemen, Karangasem.




Seteleh kurang 2 jam di sana rombongan akhirnya balik ke arah Denpasar via on road. Selain bertujuan untuk lebih mengenalkan olahraga bersepeda dikalangan masyarakat, trip kita juga bermaksud untuk lelih mengenalkan komunitas Bali Gowes Community dengan moto : Fun Friendship & Healthy. See you on next trip.

Salam BGC...