Thursday, March 24, 2011

Tekanan ban sepeda dan lebar ban sepeda gunung.

Berapa tekanan ban sepeda gunung yang tepat, berapa lebar ban sepeda yang tepat. Apakah semua ukuran lebar ban dan tekanan ban adalah sama bagi semua orang. Untuk tekanan ban sepeda gunung tergantung dari berat si pengemudi, sedangkan lebar ban umumnya mengunakan patokan dari medan yang akan dilalui.

Untuk tekanan ban, menyangkut dari bobot si pengemudi. Semakin berat dan besar si pengemudi, secara teoritis harus mengunakan tekanan ban lebih besar dari yang lebih ringan. Berapa ukuran yang tepat untuk tekanan ban sepeda anda. Dibawah ini data dari Michelin yang memproduksi ban sepeda.
Informasi dibawah ini sebagai petunjuk untuk tekanan ban sepeda gunung. Tetapi tidak mutlak untuk dijadikan patokan. Mengingat perbedaan fisik dari masing masing pengemudi sepeda gunung, serta medan yang dilalui.



Seperti keterangan gambar diatas. Perbedaan antara tekanan ban roda belakang dan depan sepeda gunung akan sedikit berbeda. Misalnya berat badan pengemudi mencapai 70kg. Maka tekanan ban yang di anjurkan untuk roda belakang berada antara 2.25 bar. Sedangkan ban depan disarankan memiliki tekanan dibawah 2.25 bar. Bila si pengemudi memiliki bobot lebih berat, tekanan ban yang digunakan juga lebih tinggi.

Tetapi patokan dari keterangan diatas tidak harus diperlu sepenuhnya di taati. Karena masing masing pengendara sepeda gunung yang bisa merasakan apakah tekanan ban yang digunakan sudah cukup, terlalu rendah atau terlalu tinggi.

sumber : goesbike.com

Tip membuka ban untuk menganti ban dalam dengan peralatan yang ada

Peralatan yang umumnya ada bawa oleh pengendara sepeda.

Bagi sebagaian besar pengendara sepeda umumnya jarang mengalami ban bocor. Tetapi beberapa pengendara pernah atau sering kali mengalami kejadian ban bocor. Ban sepeda bocor bisa terjadi kapan saja dan disebabkan oleh berbagai hal. Ban tertusuk benda tajam, seperti paku, baut kecil, bekas clip, beling dijalan sampai ujung kayu yang tajam dapat menembus ban sepeda.

Banyak pengendara memilih mengunakan ban tubeless, dengan alasan lebih ringan dan mudah melakukan perbaikan. Sebagian pengendara mengunakan ban dalam tipe premium yang memiliki cairan untuk melindungi angin keluar ketika terjadinya kebocoran.
Sebagian lagi mengunakan ban luar sepeda jenis folding atau bisa dilipat. Ban sepeda ini memudahkan untuk membuka dan memasang ban luar untuk menganti ban yang bocor.
Sebagian pengendara lebih tertarik mengunakan ban wired bead. Jenis ban luar yang satu ini masih bertahan dengan berbagai alasan. Ban wired bead (adanya kawat yang melingkar pada bagian ban) biasa digunakan untuk sepeda commuter baik jenis sepeda gunung sampai sepeda folding bike.

Masalah muncul ketika ban dalam bocor. Khususnya rancangan ban luar dengan wire bead digunakan sebagai penahan ban luar agar tidak keluar dari rim roda. Untuk memasang dan membuka ban umumnya memerlukan peralatan seperti Tire Lever / pengunkit ban.

Khusus untuk menangani ban sepeda wired bead atau ban dengan pelindung kawat terkadang merepotkan. Khususnya ketika ingin menganti ban dalam yang bocor. Kesulitan terjadi ketika si pengendara ingin mengeluarkan ban dalam dan menganti dengan ban dalam baru. Karena kawat yang mengelilingi ban luar harus diangkat untuk mengeluarkan ban dalam yang bocor dari roda sepeda.

Bisa dilihat pada gambar dibawah ini beberapa perlengkapan yang biasa dibawah ketika berkendara dengan sepeda.
Sebuah pompa sepeda, Quick Release yang ada pada roda, tool dan tire lever dan terahir adalah ban dalam. Apa fungsi beberapa alat tersebut, ternyata bisa dimanfaatkan untuk pembuka ban sepeda. Kita lihat pada halaman selanjutnya









Mengunakan Tire Lever paling mudah karena dirancang untuk menganti ban dalam
Bila si pengendara merasa perlu membawa semua peralatan selama perjalanan. Tire lever / pengungkit ban memang dirancang khusus untuk membuka ban.
Terlihat pada gambar dibawah ini. Dengan tire lever sangat mudah untuk membuka ban tipe wire bead. Tinggal disisipkan dibagian roda lalu diangkat kearah sebaliknya dan ban luar akan terangkat keluar dari rim sepeda. Keuntungan dengan tire lever, umumnya dibuat dari bahan plastik dan tidak merusak bagian cat velg atau rim sepeda



Mengunakan Tool kunci L sebagai Tire Lever ketika membuka ban
Bila tidak memiliki tire lever, alat lain bisa dimanfaatkan untuk membuka ban luar. Anda bisa memanfaatkan tool dari sepeda yang anda bawa. Untuk tool paling mudah dengan mengunakan bagian obeng minus seperti gambar dibawah ini. Tetapi harus berhati hati bila anda sayang dengan rim sepeda anda. Jangan sampai alat tersebut mengores cat dari rim sepeda.



Quick release untuk membuka ban
Alat quick release masih memungkinkan dimanfaatkan untuk membuka ban sepeda. Dalam kondisi darurat alat ini paling mungkin tersedia. Bisa saja seseorang lupa membawa tire lever atau tool. Tetapi Quick Release dipastikan ada pada sepeda anda. Cara mengunakan dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Agak merepotkan, tetapi masih memungkinkan seseorang bisa menganti ban atau membuka ban luar sepeda dalam kondisi darurat.



Alat apa saja selain dari ke 3 yang disebutkan diatas. Masih banyak lagi tool darurat untuk digunakan sebagai tire lever. Seperti kunci kendaraan juga bisa digunakan untuk mendongrak ban luar dalam kondisi darurat.

Dari teknik yang ada diatas, 2 bagian terpenting tetap harus ada. Yaitu pompa ban dan ban dalam sepeda. Tanpa ke 2 perangkat penting tersebut, teknik yang kami ulas disini tidak akan berguna.

sumber : goesbike.com

Tips Repair Chain MTB, membuka rantai sepeda dan memasang rantai sepeda baru

Menganti rantai sepeda, membuka rantai sepeda sampai memasang dengan rantai sepeda baru. Tidak membutuhkan waktu lama, hanya dengan tool untuk kunci rantai, anda dapat membuka dan memasang rantai sendiri di rumah. Tetapi ada yang perlu di perhatikan dalam memasang rantai sepeda. Tip dibawah ini memberikan gambaran untuk membuka dan memasang rantai sepeda anda kembali.

Membuka rantai lama

Tools kunci rantai, tampilan seperti gambar dibawah ini harganya hanya 60 ribuan saja. Atau anda memiliki kunci rantai yang lebih bagus tentu lebih baik.



Persiapan :
  • Siapkan rantai baru, jangan lupa untuk memperhatikan tipe rantai. Karena tipe rantai juga berbeda beda, ada yang diperuntukan untuk 7 speed, 8 speed atau 9 speed. Pastikan rantai baru anda memiliki ukuran yang tepat.
  • Untuk membuka pin lubang rantai, carilah pin lama untuk membuka pin rantai seperti gambar dibawah ini. Memiliki bentuk pin berbeda dari yang lain.


  • Pasang kunci rantai seperti gambar dibawah ini. Kencangkan sisi kiri (bentuk baut), lalu bagian kanan dengan tuas dan putar untuk menekan ./ mendorong pin keluar dari ring rantai.
  • Biasanya akan terdengar atau adanya suara seperti klik pertama dan klik kedua. Yang diartikan pin telah melewati bagian ring 1 dan klik ke 2 setelah melewati ring ke 2. Putar terus pin sampai terdorong keluar dari O ring rantai.



Seandainya anda masih ingin mengunakan rantai bekas tersebut. Sebaiknya tidak mendorong pin sampai tembus keluar dari ring rantai terakhir. Gunakan teknik pada gambar dibawah ini.
  • Ketika terdengar bunyi 1 click, seperti gambar diatas. Lepas rantai dari kunci rantai, lalu pindahkan ke bagian jalur tengah seperti gambar dibawah ini. Baru anda mendorong kembali pin pada jalur tengah dari kunci rantai secara perlahan. Sampai pin lepas dari O ring rantai tetapi tidak lepas dari ring bagian luar rantai. Sehingga pin tetap tertinggal di ring rantai terakhir. Sewaktu waktu anda dapat mengunakan rantai bekas anda kembali, dan pin tetap akan menempel pada ring rantai bekas anda.



Proses sebelum memasang rantai baru

Produsen sepeda atau komponen sepeda umumnya memberikan ukuran panjang rantai lebih banyak. Setelah melepas rantai lama, samakan dengan  mengukur kembali panjang rantai baru anda dengan panjang rantai lama. Buang bagian rantai baru yang terlalu panjang seperti teknik diatas.

Memasang rantai baru
Tekniknya sama seperti buka rantai tetapi prosesnya terbalik dari melepas rantai. Dimana pin yang berada diluar akan dimasukan ke dalam ring rantai.
  • Pasang rantai baru anda di sepeda. Pastikan posisi rantai sudah masuk ke lubang bagian RD dan FD dengan benar. Jangan sampai terlupa, karena kesalahan akan membuat anda untuk mengulangi pekerjaan dari awal.
  • Siapkan posisi rantai baru anda seperti dibawah ini, dimana pin siap ditanam ke ring rantai.



  • Seperti gambar dibawah ini. Posisi pin dibalik. Ketika membuka rantai, artinya pin lama didorong untuk keluar dari ring rantai. Sedangkan untuk memasang rantai, posisi pin rantai untuk dimasukan / didorong kedalam ring.
  • Kencangkan bagian baut penahan (sisi kanan) , dan mulai memutar tuas bagian kiri untuk menekan pin masuk kedalam ring rantai
  • Selama memutar tuas untuk menekan pin rantai, maka akan terdengar / terasa 2 kali bunyi klik
  • Seperti teknik diatas, klik pertama ketika pin rantai masuk ke ring paling depan. Terus dorong sampai terdengar bunyi klik ke 2. Yang diartikan pin sudah sampai di ring ke 2.
  • Buka kunci rantai anda dan perhatikan apakah pin yang baru ditanam sudah masuk rata. Bila masih menonjol, tekan ulang dengan kunci rantai secara perlahan saja sambil mengawasi posisi geseran pin agar kedua sisi sama rata. Perhatikan kedua sisi pin yang keluar dari ring rantai harus sama rata (seimbang)



  • Setelah memasang rantai baru, terkadang pin yang masuk membuat rantai agak seret atau tertahan.
  • Bagaimana memperbaiki posisi pin rantai yang kurang pas setelah dipasang. Tekniknya mudah, cukup mendorong kembali pin pada rantai baru agar tepat jatuh di  ring bagian luar. Lakukan secara perlahan sampai O ring dibagian dalam rantai tidak terjepit.


Inspeksi perlu dilakukan.
Setelah memasang rantai baru, pastikan pin rantai anda benar benar rata di kedua sisi luar penahan ring sepeda dan tidak terlalu keluar atau terlalu dalam.
  • Caranya dengan meraba bagian pin atau memeriksa dengan teliti, apakah kedua ujung pin sudah seimbang. Bila satu sisi terasa lebih menonjol, dipastikan pemasangan pin tidak merata. Perbaiki dengan mendorong pin yang terlalu keluar secara hati hati dan perlahan.
  • Test terakhir adalah dengan mencoba sepeda dengan rantai baru untuk rute singkat. Untuk memastikan posisi rantai sudah siap digunakan dan dipasang dengan benar.
  • Jangan lupa berikan pelumas pada rantai baru anda.
sumber : goesbike.com

Tabel ukuran frame sepeda gunung yang cocok dengan tinggi badan

Membeli sepeda gunung sesuai ukuran badan anda. Ada cara mudah melihat ukuran frame sepeda anda sesuai dengan tinggi badan. Dibawah ini adalah tabel untuk menghitung tinggi badan anda serta ukuran frame yang cocok.  Dibagi atas ukuran wanita dan pria, jenis sepeda seperti all mountain / XC ,  Dirt, Street dan Freeride. Dan jenis ukuran ban dari standar atau 29er yang lebih besar.

Frame sepeda dibagi dalam beberapa ukuran, seperti S Small, M Medium, L Large bahkan XL Extra Large. Untuk menentukan ukuran frame biasanya dijadikan perhitungan kasar sebagai penentu ukuran frame sepeda anda. Tetapi tidak mutlak, karena untuk memastikan kecocokan sepeda anda harus diukur dari panjang kaki, panjang tangan dan panjang pungung si pengendara. Tentu akan sulit membuat sepeda yang benar benar pas dengan badan pengendara. Dengan pembagian ukuran frame sepeda dibawah ini, sedikitnya sudah mendekati kecocokan dari badan pengendara dengan sepedanya. Setidaknya frame sepeda akan lebih mendekati kenyamanan dibandingkan kesalahan dalam membeli sepeda yang terlalu kecil atau terlalu besar.

Seperti apa ukuran frame yang kurang tepat, dapat dilihat pada gambar dibawah ini




Walaupun anda sudah menentukan ukuran frame sepeda anda pada tabel dibawah ini. Hal terpenting adalah kenyamanan ketika anda mencoba sebuah sepeda baru. Untuk itu terdapat satu lagi ukuran yang perlu diperhatikan, yaitu cobalah sepeda yang anda inginkan. Bila ukuran yang anda coba adalah S, dan anda merasa tidak cocok. Sebaiknya naik ke ukuran M. Demikian juga bila pada tabel tertera dengan ukuran yang cocok adalah M, tetapi anda lebih fit dan pas dengan ukuran S. Tidak ada salahnya mengambil ukuran frame dengan size S. Jadi hal akhir yang menentukan adalah diri anda sendiri. Bukan diri anda yang harus memaksakan untuk cocok dengan sepeda anda. Tetapi sepedalah yang harus dicocokan dengan tinggi badan anda.
Selisih dari ukuran rata rata dibawah nantinya dapat perbaiki dari posisi seatpost, tinggi shock dan panjang dari stem yang anda gunakan.

Dibawah ini tabel untuk menghitung ukuran frame dari beberapa model frame sepeda dengan tinggi badan (click gambar untuk memperbesar)


Tertarik menghitung ukuran frame sepeda yang cocok untuk anda , dapat dicoba di www.competitivecyclist.com/
 
sumber : goesbike.com

Manfaat dan Efek Samping Olahraga Sepeda

Saat ini bersepeda bisa jadi merupakan olahraga yang tengah diminati oleh masyarakat, hampir setiap hari bisa melihat orang bersepeda. Sebenarnya apa saja manfaat dan efek samping bersepeda bagi kesehatan?

Sepeda pertama kali diperkenalkan di Eropa sekitar akhir abad ke 19, setelah itu mulai menyebar hingga ke Amerika Serikat dan kini hampir ke seluruh dunia. Latihan ini dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga yang murah dan bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Untuk itu ketahui beberapa manfat dan juga mudarat dari bersepeda bagi kesehatan, seperti dikutip dari Livestrong dan 24hrfitness.co.uk, Kamis (24/2/2011):

Manfaat sepeda


1. Sepeda membantu membentuk tubuh dan memberikan energi. Saat bersepeda gerakan yang dilakukan turut membentuk, menguatkan serta mengencangkan paha, otot betis dan daerah panggul. Selain itu lemak di daerah ini akan berkurang dan diganti oleh otot.

2. Turut membantu mengurangi selulit di paha, serta mengurangi stres di daerah lutut dan pergelangan kaki dibanding dengan kegiatan lain seperti berjalan atau latihan aerobik.

3. Sepeda membantu melancarkan sirkulasi darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke semua otot seluruh tubuh.

4. Bersepeda diyakini bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti diabetes karena membantu menurunkan berat badan serta menghindari tekanan darah tinggi.

5. Sepeda bisa membantu mengurangi kadar stres, hal ini karena umumnya orang melakukan sepeda sambil santai dan menghitup udara segar.

6. Sepeda baik untuk kesehatan kardio (jantung), olahraga sepeda bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.

Efek samping sepeda

1. Sepeda tidak dianjurkan bagi orang yeng memiliki masalah dengan sendi dan juga nyeri rematik.

2. Bersepeda diketahui bisa mempengaruhi kualitas dari sperma laki-laki, berdasarkan penelitian diketahui bersepeda lebih dari 5 jam dalam satu minggu bisa membuat 31-40 persen laki-laki memiliki jumlah sperma di bawah normal.

3. Gerakan berulang yang dilakukan saat bersepeda bisa menyebabkan masalah pada lutut, hal ini terjadi jika ada peningkatan dalam intensitas, jarak yang terlalu cepat penggunaan sadel yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

4. Jika suka menggunakan sepeda gunung maka cenderung berisiko mengalami masalah atau cedera tulang punggung, karena penggunaan sepeda gunung umumnya dilakukan dengan kecepatan tinggi dan jalur yang ekstrim.

5. Ada kemungkinan mengalami kesemutan penis akibat adanya iritasi pada batang penis karena menggunakan sadel yang terlalu lama dan disertai dengan suhu panas di sekitar penis saat mengayuh sepeda, seperti diungkapkan Dr Andri Wanananda MS dalam konsultasi detikHealth.

Untuk mendapatkan manfaat yang baik dari olahraga bersepeda, para pegowes sebaiknya melengkapi dirinya dengan alat pelindung seperti helm dan juga masker, serta menghindari daerah-daerah yang ramai kendaraan bermotor untuk mengurangi paparan polusi.

sumber : detik.com

Wednesday, March 16, 2011

Tips Praktis Membeli Sepeda Gunung (MTB)


SEPEDA_GUNUNG_MTB
Bersepada selain dapat menyehatkan, juga dapat turut berperan dalam mengurangi polusi udara (global warming). Beberapa pihak berupaya menggalakkan aktifitas ini, baik melalui komunitas Bike To Work (BTW) yang digagas forum independent ataupun Sego Segawe yang digagas resmi oleh Pemkot Yogyakarta (Sepada Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe = Sepeda untuk sekolah dan Berkerja). Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) merupakan salah satu jenis sepeda yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut, baik untuk kebutuhan olah raga, sekolah maupun bekerja. Untuk itu dalam pembelian sepeda gunung, sebaiknya anda mendasarkan pertimbangan pada fungsi kegunaan dan medan yang akan dialui. Berikut ini Tips membeli sepeda gunung:
1. Kenali Type Sepeda Gunung. Ada beberapa tipe sepeda gunung yang perlu anda kenali sebelum membeli, Yaitu tipe downhill (DH), Freeride (FR), Dirtjump (DJ), Cross Country (XC) dan All Mountain (AM). Pemilihan tipe sepeda sebaiknya anda sesuaikan dengan jenis aktifitas serta karakter madan yang akan anda tempuh. a) Tipe Downhill (DH) seperti gambar 1 dan 2, dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tipe ini tidak efisien apabila dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country. b) Tipe Freeride (FR) seperti gambar 3, Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah tipe all mountain (AM) karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh. c) Tipe Cross Country (XC) seperti gambar 4, dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Biasanya cukup dengan tipe Hardtail (suspensi depan). d) Tipe Dirt Jump (DJ) seperti gambar 5, didesain untuk melakukan aktifitas lompatan-lompatan tinggi dan extreme, seperti halnya sepeda-sepeda BMX. Bentuk frame DJ biasanya berkesan kokoh dan gaya, namun agak terasa berat untuk jalur menanjak. DJ untuk keperluan Cross Country, biasanya dikombinasi dengan menggunakan solusi berupa memperingan komponen-komponen penyusun lainnya seperti fork, velg ataupun crank. e) Tipe All Mountain (AM) seperti gambar 6, dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension (suspensi depan dan belakang)
2. Bergabung dengan Forum Komunitas Sepeda. Untuk lebih memahami seluk beluk sepeda gunung, tidak ada salahnya anda bergabung terlebih dahulu dengan salah satu komunitas sepeda di lingkungan anda, bisa di lingkungan kerja, lingkungan kampus ataupun forum komunitas online di internet, seperti. Di komunitas tersebut, anda dapat mendengarkan, menanyakan sekaligus meminta saran dan pertimbangan segala hal tentang seluk beluk sepeda berdasarkan hands-on experience mereka, yang dapat anda jadikan dasar pembelian sepeda.

sumber : tipsanda.com

Tuesday, March 15, 2011

Anatomi Sepeda Gunung

Tips dan Triks Zonasepeda.com kali ini coba mengulas mengenai bagian-bagian sepeda gunung, banyak dari kita telah lama mengendari sepeda gunung (MTB) tapi kurang mengetahui komponen atau bagian-bagian sepeda yang kita pakai.
Dengan Tips dan Trik Zonasepeda kali ini diharapkan kita mengetahui lebih mendalam bagian-bagian penting dari sepeda kita dengan tujuan jika ada masalah pada salah satu komponen kita dapat mengetahui dengan detail penyebab dan bahkan mungkin memperbaikinya.

anatomi sepeda gunung MTB
anatomi sepeda gunung MTB

Handle Bar
Lebih dikenal dengan stang kemudi, pada MTB ada beberapa jenis Monkey bar, Rise bar dan Standart bar. Handle bar adalah kokpit sepeda kita, kontrol gigi transmisi, rem depan-belakang terdapat di handlebar ini. Pilihlah handle bar yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Top Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda bagian atas, Tips: Sesuaikan ukuran frame dengan tubuh anda
Down Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda, melitang dari HeadSet terhubung langsung dengan top Tube Seat, Stay dan Rumah BB (buttom Bracket)
Shifter
Grupsets (komponen) pemindah gigi tranmisi, berfungsi untuk menggerakan FD (front derailleur) dan RD (rear derailleur), Shifter yang beredar dipasaran untuk penggerak RD mencapai 9 – 10 speed, untuk Shifter FD biasanya hanya terdiri 2 – 3 speed.
Handgrip
Adalah pembungkus Handlebar (stang kemudi) berbahan karet/tape tergantung kebutuhan. Usahakan Handgrip tidak berputar pada handlebar saat kita berkendara, handgrip yang terlalu tebal atau terlalu tipis mengurangi kenyamanan kita dalam bersepeda.
Brake Lever
Tuas Rem (depan-belakang) posisikan Brake laver dengan benar sesuaikan dengan kenyamaan anda ketika bersepeda, usahakan jari tangan dapat meraih dengan mudah lever (tuas).
HeadSet
Bagian depan Frame yang didalamnya terdapat bearing dan komponen lainnya yang berfungsi untuk menghubungkan Fork(suspensi) depan dengan stem dan handlebar.
Stem
Merupakan bagian kokpit sepeda kita, berfungsi untuk menghubungkan handle bar – Headset dan Fork(suspensi) depan. Stem tersedia dalam beberapa ukuran untuk suspensi depan yang panjang (long travel) bentuk stem berbeda dengan stem standart, Tips: jika anda merasa stem anda terlalu panjang dan kita bersepeda terasa membungkuk anda bisa menggantinya dengan ukuran stem yang pendek.
Sadle
Sadel – tempat duduk pengemudi, untuk sepeda MTB biasanya berukuran lebih tebal dibandingkan dengan roadbike. Atur posisi Sadel supaya benar-benar lurus (horizontal), atur maju dan mundurnya sandel usahakan tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan hadle bar.
Tips:Posisi yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak nyaman kitika bersepeda pada kasus serius mengakibatkan cidera pinggang.
SeatPost
Dudukan Sadel (sadle) penghubung antara sadel dengan frame sepeda, posisi vertikal sesuaikan dengan kenyamanan anda. Tips:cobalah naik sepeda pada posisi berhenti, luruskan kaki anda hingga benar2 meraih pedal. Jika posisi kaki masih terlihat dan dirasa masih tidak lurus padahal posisi pedal sudah dibawah hal ini pertanda bahwa seatpost anda kurang tinggi. Aturlah seatpost hingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.
Seat Stay
Merupakan bagian belakang frame. Untuk MTB dual suspension Seat Stay biasanya berupa swingarms (lengan ayun) terhubung dengan frame menggunakan suspensi belakang.
Pedals
Kayuhan. Merupakan komponen memutar Buttom Bracket dan Crankset sehingga sepeda bisa bergerak (digerakan ketika kita mengayuh sepeda).
Crank Set
Komponen lengan yang menghubungkan pedals dengan chainrings.
Chain Ring
Merupakan komponen tranmisi gigi depan (biasanya terdiri dari 2 -3 Chain Rings). Berfungsi menghubungkan rantai dengan Crankset.
Chain
Rantai. Merupakan komponen yang sangat vital fungsinya karena inilah yang bertugas menghubungkan Crankset Chain Ring dengan komponen Roda belakang, sehingga sepeda dapat melaju.
Idler Pulley
Merupakan bagian dari Rear Derailleur (RD), berupa gir (gigi) kecil disertai tension (biasanya berupa per-pegas) yang berfungsi agar chain (rantai) tetep lurus dan tidak kendor.
Front Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi depan (chain rings). Lebih dikenal dengan istilah FD, terhubung langsung dengan Shifter.
Rear Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi belakang. Lebih dikenal dengan istilah RD, terhubung langsung dengan Shifter.
Rims
Merupakan komponen Wheelset (roda) lebih di kenal dengan Pelak (pelek) sepeda.
Tire
Ban. Terbuat dari karet, Tips:sesuaikan jenis dan ukuran ban dengan kebutuhan anda. Ukuran ban untuk jenis aspal (road) biasanya tapak kecil dan motif standart. Untuk ada yang menggemari offroad atau bahkan downhill pilihlah jenis ban dengan tapak lebar dan motif khusus full offroad.
Front Fork
Suspensi depan, Merupakan bagian sepeda yang berfungsi menghubungkan roda (whellset) depan dengan kemudi (handlebar). Fork yang beredar di pasaran tersedia berbagai jenis, merek dan ukuran. Tips:sesuaikanlah jenis dan ukuran fork dengan kebutuhan anda, untuk medan aspal gunakan fork dengan panjang travel standart, sedangkan untuk penggemar downhill biasanya menggunakan travel yang panjang.
Master Dishbrake
Merupakan komponen Brake (rem), merupakan rumah bagi kampas rem. Komponen ini berfungsi untuk menjepit dishbrake ketika kita melakukan pengereman.
Untuk jenis Brake konvensional (V-brake) komponen ini tidak ada fungsinya digantikan oleh brakepad.
DishBrake
Cakram, berupa piringan terhubung langsung dengan wheelset baik depan atau belakang. Untuk jenis V-brake komponen ini tidak ada.
Spokes
Jari-jari Roda, menghubungkan Hub dengan Rims (pelak).
Hub
Terletak ditengah roda disinilah jari-jari dan Rims (pelak) terhubung. Komponen didalamnya terdapat bearing (gotri).

sumber : zonasepeda.com

Istilah-Istilah Dalam Sepeda

Istilah-Istilah Dalam Sepeda

Kumpulan istilah sepeda di dalam negeri.
  • Uphill: alias gowes nanjak
  • Downhill: alias gowes turun
  • Offroad: jalur gowes yang bukan jalan aspal
  • Onroad: jalur gowes di aspal
  • Mcadam: Sebenarnya nama Mc Adam penemu struktur jalan berbatu2 jaman dulu, terkenal sampai sekarang seringkali disebut makadam
  • Hammer: bukan merek baju melainkan gowes sambil berdiri pada saat nanjak atau menambah kecepatan, tenaga lebih besar tapi lebih cape lah.
  • AM: Alias All Mountain jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang melibatkan naik turun gunung dan cukup ekstreem
  • XC: Cross Country jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang lebih ringan dibandingan all mountain misalnya masuk keluar kampung jalan off road, tanjakan turunan tapi tidak ada drop off alias turunan terjal sehingga melompat)
  • DH: nama lain Downhill, merupakan jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang melibatkan gowesan turun cukup ekstrem dengan kecepatan tinggi bisa lebih dari 50km/jam melalui jalur off road, drop off ekstrem maupun ringan dsb.
  • Technical: seringkali digunakan untuk menunjukkan jalur gowes, track yang sifatnya cukup sulit, seperti memiliki tanjakan cukup ekstrem, rute huruf S dengan belokan tajam, biasanya digunakan pada jalur-jalur kompetisi atau pertandingan sepeda MTB XC, AM, DH dsb.
  • Roller Coaster: Rute yang berbentuk turunan cepat diikuti dengan tanjakan yang lumayan tergantung bentuknya namun, umumnya turunan-tanjakan seperti ini cukup membantu saat menanjak asal pada saat turun kecepatan cukup dan posisi gear pada posisi yang sudah di set tepat. Umumnya kalau turunannya panjang bisa pakai gigi rendah agar bisa ngebut pas dibawah atau naik tidak perlu gowes, sambil pindah gigi ke mid-mendekati top tergantung kemiringan tanjakan lalu lanjut gowes (sekitar pertengahan ke atas, lumayan simpan tenaga dan menambah kecepatan)
  • Slope: kemiringan tanjakan/turunan, tanjakan ekstrem sudah diatas 30 derajat, ada yang mendekati 60 biasanya udah TTB kalau ngak kuat Hammer nya
  • Drop Off: Turunan terjal dimana Sepeda harus melompat turun bukan hanya meluncur turun. Drop off ringan tentunya dibawah 0.5 meter, diatas itu kalau sepeda XC dipaksa drop off dengan cara yang salah frame bisa patah.
  • TTB: TunTun Bike alias tidak kuat nanjak atau gowes lalu di tuntun lah si sepeda, jangan malu daripada celaka, atau tepar.
  • Singletrack: Jalur tunggal di offroad biasanya buat jalan orang (trecking) atau jalan-jalan di kampung yang cuman bisa lewat motor.
  • Doubletrack: alias jalur offroad yang biasa dilewati mobil offroad lah, tapi masih kategori offroad
  • GPS: alias global positioning system alat pemandu bantuuan satelit untuk menghitung titik lokasi, menunjukkan arah, rute, dan lainnya, sehingga tidak mudah tersasar.
  • Cyclo Comp: alat kecil dipasang disepeda bisa mencatat kecepatan maksimum, rata-rata, jarak tempuh, odometer, timer dsb. Merek terkenal Velo, Sigma dsb.
  • MTB: mountain bike alias sepeda gunung umum dipakai offroad meski disini kebanyakan di pake onroad lagian jalan di kota aja masih seperti offroad alias rusak. Salah satu ciri khas, ban ukuran 26 inch (di luar sih ada 27.5 s/d 29 inch), stang lurus maupun agak keatas.
  • Roadbike: sepeda jalan raya umumnya sepeda balap, ciri khas ukuran ban 700mm /70cm dan tipis, stang sepeda menekuk kebawah, sepedahan sudah merunduk, berat di otot punggung untuk orang berumur
  • Cross training: sepeda MTB dengan ban roadbike buat latihan di jalan raya
  • Seli: Sepeda lipet, umumnya dengan ukuran roda 16 inch dan 20 inch, ada juga seli full mtb ukuran 26 inch dari Dahon, atau Mountain Swiss Bike dsb.
  • Carboloading: alias meningkatkan kandungan karbohidrat sebelum perjalanan cukup berat agar tenaga mencukupi biasanya dengan makan lebih banyak karbohidrat minimal sehari sebelumnya. Tubuh hanya bisa menyimpan karbohidrat untuk sekitar 90mnt, lebih dari itu perlu asupan tambahan baik selama perjalanan maupun istirahat dulu, efek kehabisan bahan bakar ya terasa cape selain haus.
  • Dehidrasi: kekurangan cairan tubuh akibat keringat keluar berlebihan tapi tidak tergantikan, memang lebih baik menggunakan cairan isotonik apabila keringatan nya banyak karena lebih cepat menggantikan cairan tubuh. Umumnya sekitar 15-20 menit sekali dibiasakan minum karena bisa saja lupa atau karena terkena udara dingin, angin dsb tidak terasa haus padahal keringat langsung menguap meski keringatnya banyak. Efeknya lemas, melayang, smp dengan pingsan.
  • Cardio exercise: alias latihan otot2 jantung, sepedahan adalah salah satunya yang cukup ringan dibandingkan lari, kalau jalan santai memang lebih mudah. Namun demikian hati2 jangan dipaksa terutama waktu nanjak apalagi nanjak di offroad relatif lebih berat dan memaksa jantung bekerja ekstra. Jika tidak tahu diri bisa fatal.
  • CFD: alias car free day, yang sekarang lagi ngetrend di beberapa kota besar biasanya hari Minggu, di Jakarta hanya setiap minggu terakhir setiap bulan, di Bogor setiap hari Minggu, di Denpasar setiap hari Minggu, di Bandung baru mulai. dsb.
  • RD: Rear Derailleur alias piranti pemindah gear belakang
  • FD: Front Derailleur alias piranti pemindah gear depan
  • Crank set: Ini nama keren nya gowes-an alias alat untuk menggowes sepeda (biasa terdiri dari gigi depan, dan tuas nya (diluar pedal tempat injakkan gowes)
  • Chainwheel: Ini set gigi depan yang ukurannya besar biasanya terdiri dari 3 set untuk MTB XC dan 2 set untuk MTB downhill/AM
sumber :  http://ceriwis.us/showthread.php?t=119776

Monday, March 14, 2011

BGC Foto Sesion

Salam BGC
13 maret 2011 hari Minggu jam 8.00 wita, bertempat di Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar... Bali Gowes Community (BGC) "menggebrak" dunia perSEPEDAan Bali khususnya Denpasar. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat diterima dan memberikan inspirasi tersendiri bagi kalangan masyarakat luas...Inilah aksi mereka...























Setelah foto sesion selesai semua anggota riding 1 putaran mengelilingi CFD area, untuk selanjutnya membubarkan diri...








Kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas partisipasi dari seluruh anggota BGC.
Salam BGC.