Sunday, February 27, 2011

Tips Bersepeda Saat Musim Hujan

Saat ini musim hujan, namun aktifitas bersepeda pantang surut. Ada beberapa tips untuk kenyamanan dan keselamatan kita bersepeda di saat hujan.
1. Siapkan jas hujan. Saat memakainya, gunakan penutup kepala sebelum memakai helmet. Bila dirasa mengganggu, dapat menggunakan shower cap untuk membungkus helmet sehingga air hujan tidak langsung mengenai kepala. Motif bunga-bunga -apalagi warna pink- akan lebih 'fashionable'.
2. Selalu bawa kantong plastik untuk membungkus pakaian ganti sebelum masuk tas bila hujan turun. Lakukan hal yg sama bagi laptop dan barang2 berharga lainnya. Meskipun sangat membantu, bag cover hanya mampu melindungi untuk waktu tertentu. Bila terekspos hujan cukup lama, bahan bag coverpun masih tetap rembes. Hindari penggunaan karung goni. Terbukti ngga waterproof.
3. Siapkan lampu yang waterproof. Nyalakan selalu di kala hujan, baik pagi, siang, maupun malam. Pengguna kendaraan bermotor tingkat kerabunannya meningkat saat hujan. Dalam kondisi tsb, mereka dapat lebih berbahaya daripada ancaman gigitan anjing yang mengejar.
4. Bila menemui banjir, ukur ketinggiannya. Bila lebih tinggi dari BB / bottom bracket (poros crank atau pusat putaran pedal), tidak ada salahnya sepeda sedikit dipanggul karena banjir mengandung lumpur dan pasir yang dapat menyusup masuk ke BB sehingga dapat merusaknya. Bila terlanjur masuk, sempatkan untuk servis BB bila sempat di waktu weekend.
5. Selalu waspada terhadap hal2 berikut;
- Banjir dan genangan. Bisa saja ada permukaan jalan rusak atau lubang yang tidak terlihat;
- Permukaan aspal basah. Untuk beberapa tipe ban, permukaan aspal basah dapat menjadi sangat licin;
- Glove dan grip. Glove dan beberapa tipe grip (apalagi bukan tck on) akan menjadi licin bila basah. Genggaman akan menjadi sulit berakibat pada handling yang juga sulit;
- Kaca mata basah. Meskipun mampu menghindari air yang masuk ke mata, kacamata yg basah membuat kabur penglihatan. Begitupula bila berembun.
Hati-hati jatuh karena hal2 tersebut. Sakitnya ngga seberapa, malunya luar biasa.
6. Bila memungkinkan, segera bilas sepeda sesampainya di tempat tujuan. Lakukan hal yang sama dgn tubuh anda. Bersihkan sprocket (gear) dan rantai. Berikan pelumas setelah di-lap kering guna menghindari timbulnya karat. Badan anda juga bisa ber'karat'. Nomenklaturnya saja yg beda, kalau tidak 'jamuran', 'panuan', 'korengan', ya 'gudigen'.
7. Hindari minimal 5 menit pertama turunnya hujan. Penelitian mengatakan bahwa kadar asam pada hujan di 5 menit pertama cukup tinggi sebagai akibat endapan polusi. Berhenti dulu dan berteduh bila hujan turun di tengah perjalanan. Lanjutkan setelah 5 menit hujan turun.
8. Pasang fender bila memungkinkan. Sepeda mungkin akan tampak 'culun', namun fender sangat membantu menghindari cipratan air dan lumpur yang mengenai wajah dan mata. Hindari keselek lumpur. Rasanya ngga enak.
Sila tambahkan informasi lain yang dirasa bermanfaat saat ber-B2W di kala hujan. Selebihnya, nikmati saja bersepeda hujan-hujanan. Apalagi bila kondisi jalan macet total. Bisa mentertawakan mereka yg terkena macet, menahan kebelet pipis di dalam dinginnya AC mobil.
sumber : rumahozzan

Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan

Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.
Zona sepeda kali ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi kesulitan ketika kita bersepeda pada trak tanjakan (climb).
Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).
Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).
Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB.
Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.
Penyesuaian Suspensi :
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.
Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.
Teknik Shifting
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.
Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.
Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.
Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.
Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.
Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.
Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.
Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.
Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.
Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).
Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.
Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.
Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.
Bar End
Bar End
Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.
 sumber : zonasepeda.com

Cau Belayu Trip

Salam BGC

Hari Minggu 27 Februari 2011 adalah Hari Ulang Tahun Kota Denpasar yang ke 19. Beberapa acara turut memeriahkan HUT Kota Denpasar kali ini diantaranya Lomba Lelakut, Bedah Rumah dll. Sedangkan kita dari BGC mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Samas yaitu kunjungan ke rumah anggota veteran di Cau Belayu. Selain untuk memperingati HUT Kota Denpasar kunjungan kali ini juga bertujuan untuk lebih menggugah kepedulian kita terhadap para pejuang yang sudah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia.
Trip kali ini diikuti oleh beberapa klub dari Samas Denpasar,Samas Tabanan,Samas Badung,Samas Gianyar,penggemar sepeda ontel dan individu. Total kegiatan kali ini berkisar 90-an peserta.
Dan kita dari BGC juga ikut berpartisipasi. Start mengambil tempat di depan kantor Walikota Denpasar, dilepas oleh Walikota Denpasar Rai D. Mantra.


Perjalanan kemudian menyusuri jalan Veteran, jalan Patimura dan jalan Suli. tepat di pertigaan jalan Suli-jalan Gatot Subroto rute dibagi menjadi 2, untuk offroad mengambil jalur ke arah kanan sedangkan untuk onroad mengambil jalur ke arah kiri. Kita dari BGC sebagian mengambil jalur offroad dan sebagian lagi onroad.
Setelah rute dipecah, jalur onroad lantas menyusuri jalan Nangka Utara, jalan Antosura menuju Mambal.
Setelah melalui turunan dan tanjakan yang lumayan berat kita rest sebentar sambil menunggu rombongan dibelakang yang tertinggal.


Selesai rest sekitar 5 menit perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke arah Desa Baha. Dipertigaan sebelum mencapai Desa Baha yaitu di ujung Desa Cengkok kita belok kanan menuju Desa Ayunan. Dari sini hujan sangat lebat mengguyur para goweser. Sebuah sensasi yang luar biasa bersepeda ditengah guyuran hujan deras.
Sekitrar jam 9.00 wita seluruh rombongan tiba dilokasi acara di Desa Cau Belayu. Dan ternyata nasi bubuh khas Bali sudah menunggu untuk disantap. Seluruh anggota rombongan menikmati dengan lahap.


Tepat jam 10.00 wita acara dimulai bertempat disamping warung bubuh tersebut. Acara dimulai dengan sambutan oleh wakil dari para veteran pejuang yang pada saat acara tersebut berjumlah 3 orang. kemudian dilanjutkan dengan penyerahan beberapa sumbangan dari para donatur dan goweser yang hadir pada saat itu.
Wakil ketua samas Bapak Endra Data juga menyampaikan beberapa sambutan beberapa saat berikutnya.
Selanjutnya memasuki acara bebas, kita dari BGC kembali ke Denpasar mengambil rute yang sama dengan rute tadi.
Ternyata setelah sampai di Kota Denpasar perut goweser BGC "bersuara" mengalahkan suara deru kendaraan yang lalu lalang. Kita kemudian singgah di Warung Wardani untuk santap siang (uppss...jangan salah...kita ditraktir loh sama mmmmm..hahahaha)




Dengan begitu berakhirlah trip kita kali ini dengan suskses dan aman (plus kenyang tentunya....) Mudah-mudahan apa yang sudah kita laksanakan bisa diambil hikmahnya oleh kita semua.
Salam BGC

Tuesday, February 22, 2011

Bukit Jambul Trip

Salam BGC
Pada tanggal 15 Februari 2011 kita dari Bali Gowes Community mengadakan trip pertama. Tujuan akhir adalah Bukit Jambul, yang berada di Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Kami sengaja memilih Bukit Jambul yang buat kalangan pemula termasuk tujuan yang cukup jauh karena pada hari itu kami menetapkan sebagai hari lahirnya Bali Gowes Community
Diluar dugaan trip pertama kita kali ini mendapatkan respons yang cukup baik dari berbagai teman-teman, penggemar maupun kalangan klub yang berada di Denpasar dan sekitarnya.Tidak kurang sekitar 20-an goweser turut ambil bagian dalam acara ini. Dengan mengambil start dari Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar goweser langsung tancap melalui jalan Hayam Wuruk, jalan Kembang Matahari, jalan Kroya, jalan WR. Supratman menuju Batubulan.
Tepat di pertigaan Banjar Tegaltamu sudah menunggu beberapa teman dari Batubulan dan sekitarnya. Setelah istirahat sejenak selama 5 menit perjalan dilanjutkan kembali melalui jalan Raya Celuk menuju ke arah Batuan.
Sebelum sampai di Batuan ternyata ada warung jajanan khas bali yang sangat menggoda.
Mau ga mau "terpaksa" kami singgahi.Inilah beberapa aksi para goweser kita saat berada di warung bubuh.


Setelah menikmati jajanan khas bali perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Blahbatuh, Kota Gianyar dan Kota Klungkung. Disini sebagian dari kita sempat menunggu teman2 yang masih tertinggal di belakang dan sebagian lagi sudah melenggang menuju ke arah utara ( Bukit Jambul). Maklumlah beberapa dari mereka ada yang pemula jadi belum terbiasa dengan perjalanan jauh begini.
Namun disini salah satu satu dari temen kita mengalami masalah pada sepedanya karena ban belakangnya kempes. Setelah diperbaikin di bengkel perjalanan bisa dilanjutkan kembali. Dari sini jalur bagi pemula sangat berat karena jalanan mulai menanjak.
Kurang lebih jam 10 kita semua baru sampai di Bukit Jambul.



Habis beristirahat selama kurang lebih 15 menit kita kemudian dijamu makan siang dirumah Ketua BGC di desa Pesaban, tidak jauh dari Bukit Jambul. Disini kita diterima dengan sangat hangat dalam suasana kekeluargaan khas pedesaan. Disinilah kita baru bisa melepas segala keletihan selama perjalanan.
Dengan welcome drink berupa es kuud lepas sudah dahaga selama perjalanan jauh tadi. Sangat nikmat karena didukung oleh susana pedesaan yang dikelilingi oleh sawah. Dan ternyata menu santap siang sudah disediakan oleh Ketua BGC. Ada sate lilit, krupuk, sayur kacang panjang, kacang goreng dll...intinya semua maknyuss kata orang...




Sekitar pukul 12-an kita balik menuju Denpasar. Kali ini rute yang diambil adalah dari Kota Klungkung langsung menuju arah jalan Bypass Ida Bagus Mantra via Takmung. Baru sekitar 30 menit menyusuri kawasan Bypass tiba2 hujan deras mengguyur para goweser. Goweser yang sudah terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok mulai dari Kota Klungkung, tambah "acak-acakan"...
Ada yang menerobos hujan lebat, ada yang berteduh diwarung dan bahkan...ada yang naik truck karena sudah terkena kram sampai beberapa kali sehingga tidak memungkinkan lagi untuk nge-gowes.
Dan akhirnya sekitar pukul 15.00 wita goweser tiba di Denpasar dengan selamat.
Betul2 pengalaman dan perjalanan yang sangat melelahkan dan mengasikkan. Kepada teman-teman dari BGC yang sudah ikut berpartisipasi dan rekan-rekan klub se Kota Denpasar kami mengucapkan banyak terima kasih atas keikutsertaannya hingga akhirnya berjalan dengan sukses. Dengan jumlah keanggotaan awal sebanyak 37 orang kami yakin BGC akan mendapatkan tempat yang layak di mata para pencinta bersepeda di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya. Mudah2an dengan suksesnya trip pertama kita kali ini merupakan awal yang baik dari terbentuknya Bali Gowes Community (BGC).

Susunan Pengurus Bali Gowes Community (BGC) :
Ketua : Kadek Sukayadnya
Sekretaris : Made Adnyana Putra
Bendahara : Ria Puspita

Acara rutin mingguan yaitu Night Riding (NR) dilaksanakan setiap hari Jumat, kumpul di depan Museum Bajra Sandhi jam 18.30 wita. Acara ini bisa diikuti oleh siapa saja...jadi silahkan ikut berpartisipasi...

Salam BGC