Salam BGC...
Tirta Empul adalah sebuah pura yang terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya tepat di sebelah Istana Presiden di Tampak Siring yang dulu dibangun oleh presiden Soekarno. Pura Tirta Empul terkenal karena terdapat sumber air yang hingga kini dijadikan air suci untuk melukat oleh masyarakat dari seluruh pelosok Bali, tak jarang wisatawan yang berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat.
Pura Tirta Empul ini juga merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Bali khususnya Gianyar. Oleh karena itu pula, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno mendirikan sebuah Istana Presiden tepat di sebelah barat Pura Tirta Empul, Tampak Siring. Para presiden Indonesia yang datang ke Bali biasanya menyempatkan diri singgah ke Istana Presiden Tampak Siring tersebut. Saat ini pura Tirta Empul dan lokasi tempat melukat tersebut merupakan salah satu lokasi wisata unggulan di kabupaten Gianyar.
Konon terdapat sebuah cerita tentang seorang raja yang bernama Mayadenawa, Mayadenawa sangat sakti tetapi jahat. Bhatara Indra pun diutus dari langit untuk membunuh Mayadenawa. Mayadenawa kewalahan lalu melarikan diri dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya agar tidak terdengar oleh Bhatara Indra. Dari sanalah kemudian muncul nama sebuah desa Tampak Siring. Mayadenawa kemudian meracuni pasukan Bhatara Indra dengan air yang sudah diracuni, Bhatara Indra lalu menancapkan sebuah bendera ke tanah dan tersembur air yang dijadikan penangkal racun Mayadenawa. Konon sumber air itulah yang kini disebut Tirta Empul.
Anda yang tinggal di Bali khususnya umat Hindu tentu tak asing dengan tempat melukat di Pura Tirta Empul ini. Bagi anda yang dari luar Bali dan berlibur ke Bali, rasanya mungkin belum lengkap jika belum jalan-jalan ke Gianyar yang terkenal sebagai pusat seni di Bali, dan juga jangan lupa mampir ke Pura Tirta Empul dan merasakan suasana sejuk dan tenang.
Untuk itulah pada tanggal 15 Mei 2011 BGC menyelenggarakan acara Melukat ke Tirta Empul. Sebenarnya acara ini sudah lama diinginkan oleh para naggota akan tetapi baru kali ini bisa terwujud. Kenapa sangat dinanti2...?BGC yang notabene merupakan sekumpulan pencinta sepeda yang belum lama berdiri perlu kiranya mendapatkan sedikit "sentuhan spiritual" dalam bentuk Penglukatan dengan melaksanakan kegiatan Melukat dengan suatu pengharapan bahwa nantinya kita dan BGC dalam setiap mengadakan kegiatan selalu mendapatkan keselamatan, kesehatan dan restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan mengambil start di parkir antai Matahari Terbit perjalanan yang diikuti oleh hampir 50 orang ini menyusuri jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai menuju Batu Bulan dan Lod Tunduh.
Disini rombongan istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Desa Mas menuju arah Goa Gajah dan rehat di Pura Samuan Tiga. Disini panitia "kehilangan" 1 peserta. Ditunggu-tunggu selama beberapa saat ga muncul maka diputuskan untuk menjemput ke belakang, dengan asumsi mungkin ketinggalan akan tetapi yang bersangkutan tidak ada di belakang dan ternyata dia mengambil jalur yg laen (ke arah utara dari pertigaan Samuan Tiga). Kemudian kita menganjurkan untuk balik arah supaya jalur yang akan dilalui lebih adem sehinggga tidak terlalu banyak menguras tenaga.
Sponsor transportasi
Perjalanan dilanjutkan ke arah timur melalui Banjar Sanding Gianyar. Rute yang sangat menarik dan menantang. Turunan, tanjakan, belokan tajam serta pemandangan sawah menghiasi setiap kayuhan goweser.
Jangan ditiru...hanya untuk yang sudah berpengalaman (dan buduh)...hehehe
Setelah menempuh perjalan yang cukup melelahkan akhirnya jam 10.05 wita goweser tiba dengan selamat di Tirta Empul. Hidangan makan siang yang berupa nasi kotak dan minuman dari salah satu sponsor yang sangat menggiurkan sudah menanti.
Sponsor minuman
Selesai santap siang goweser lantas bersiap-siap menuju pancuran tempat dilaksanakannya upacara Melukat dengan terlebih dahulu memakai pakaian adat madya.
Persiapan sudah selesai sekarang Melukat dimulai di pancuran yang tersedia. Sangat ramai....pertanda banyak umat yang ingin melakukan pembersihan diri.
Selesai Melukat/mandi dilanjutkan dengan persembahyangan bersama kembali dan selanjutnya kembali ke Denpasar serta menuju rumah masing-masing.
Atas nama pengurus kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas sumbangan dari beberapa sponsor untuk transportasi dan minuman dan tidak lupa juga kepada seluruh anggota/goweser yang turut serta dalam acara ini kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan acara kita kali ini akan membawa arti dan hikmah yang baik buat kita semua. Terima kasih.
Salam BGC...